Pallet digunakan untuk memudahkan proses penyimpanan, pemindahan, dan distribusi barang dalam jumlah banyak. Namun, penggunaan pallet tidak cukup hanya dengan meletakkan barang di atasnya.
Cara menyusun barang di atas pallet akan memengaruhi kestabilan muatan, pemanfaatan ruang, kemudahan handling, hingga keamanan ketika pallet ditempatkan pada rak gudang.
Barang yang disusun terlalu tinggi, tidak seimbang, atau melebihi ukuran pallet dapat lebih mudah bergeser saat dipindahkan menggunakan forklift. Sebaliknya, susunan yang rapi dan stabil membuat proses handling menjadi lebih mudah.
Karena itu, palletisasi perlu menjadi bagian dari sistem penyimpanan gudang, terutama pada gudang yang menggunakan pallet racking.
Daftar Isi
Mengapa Cara Menyusun Barang di Atas Pallet Penting?
Satu pallet dapat membawa banyak barang sekaligus. Artinya, kesalahan pada satu susunan dapat memengaruhi keseluruhan muatan.
Penyusunan yang tepat membantu:
- menjaga barang tetap stabil
- mengurangi risiko barang jatuh
- mempermudah forklift melakukan handling
- memanfaatkan permukaan pallet secara optimal
- memudahkan penyimpanan pada rak
- mengurangi kerusakan barang
- mempercepat proses loading dan unloading
Palletisasi juga membantu membuat unit muatan menjadi lebih konsisten sehingga operator lebih mudah menangani barang dari satu area ke area lainnya.
Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Menyusun Barang di Pallet
Sebelum menentukan pola susunan, jangan langsung menumpuk barang.
Ada beberapa hal yang perlu diperiksa terlebih dahulu.
1. Ukuran Pallet
Ukuran pallet harus sesuai dengan barang yang akan ditempatkan.
Idealnya, barang berada dalam area permukaan pallet tanpa overhang yang berlebihan.
Jika barang terlalu besar dibandingkan pallet, bagian barang dapat menonjol keluar dan meningkatkan risiko benturan atau kerusakan ketika pallet dipindahkan.
Sebaliknya, pallet yang terlalu besar untuk barang dapat menyebabkan ruang kosong yang tidak perlu.
2. Berat Barang
Perhatikan total berat muatan yang akan ditempatkan pada pallet.
Jangan hanya melihat berat satu karton atau satu unit barang. Hitung keseluruhan muatan.
Misalnya:
40 karton × 20 kg = 800 kg
Berarti pallet harus mampu menopang setidaknya beban tersebut dalam kondisi penggunaan yang direncanakan.
Jika pallet nantinya ditempatkan pada pallet racking, pastikan kapasitas pallet dan sistem rak sama-sama sesuai.
3. Bentuk Barang
Bentuk barang menentukan pola penyusunan yang paling sesuai.
Barang berbentuk karton biasanya lebih mudah disusun secara berlapis.
Sementara itu, barang berbentuk:
- karung
- drum
- galon
- komponen tidak beraturan
- barang panjang
mungkin membutuhkan metode penyusunan dan pengamanan yang berbeda.
4. Tinggi Muatan
Jangan hanya memperhatikan luas permukaan pallet.
Tinggi keseluruhan muatan juga perlu diperhatikan.
Muatan yang terlalu tinggi dapat:
- lebih mudah kehilangan keseimbangan
- menyulitkan proses handling
- mengurangi stabilitas saat forklift bergerak
- mengganggu clearance ketika masuk ke rak
Jika pallet akan disimpan pada rak bertingkat, tinggi muatan harus disesuaikan dengan ketinggian posisi penyimpanan.
Cara Menyusun Barang di Atas Pallet

Setelah kondisi pallet dan barang diperiksa, penyusunan dapat dilakukan secara bertahap.
1. Tempatkan Barang Berat di Bagian Bawah
Barang yang lebih berat sebaiknya ditempatkan di bagian bawah susunan.
Barang yang lebih ringan dapat ditempatkan di bagian atas.
Tujuannya adalah menjaga pusat gravitasi muatan tetap lebih rendah dan mengurangi risiko susunan menjadi tidak stabil.
Jangan membuat bagian atas lebih berat dibandingkan bagian bawah jika kondisi barang memungkinkan untuk diatur ulang.
2. Distribusikan Berat Secara Merata
Berat barang sebaiknya tidak terkonsentrasi hanya pada satu sisi pallet.
Misalnya terdapat beberapa karton dengan berat yang berbeda.
Jangan menempatkan seluruh karton berat di sebelah kanan sementara sisi kiri hanya berisi barang ringan.
Susunan seperti ini dapat membuat pallet menjadi tidak seimbang.
Distribusikan muatan secara merata pada area pallet.
3. Susun Barang Sedekat Mungkin dengan Batas Pallet
Manfaatkan permukaan pallet secara optimal tanpa membuat barang keluar dari area pallet.
Susunan yang terlalu ke tengah akan meninggalkan banyak ruang kosong.
Namun, jangan memaksakan barang yang ukurannya melebihi pallet hanya untuk mengisi seluruh permukaan.
Prinsipnya adalah:
maksimalkan penggunaan area pallet tanpa mengorbankan kestabilan muatan.
Pilih Pola Susunan yang Sesuai

Tidak semua barang harus disusun dengan pola yang sama.
Untuk barang berbentuk karton, beberapa pola penyusunan dapat digunakan.
Pola Blok
Karton disusun sejajar dengan arah yang sama pada setiap lapisan.
Pola ini sederhana dan mudah diterapkan pada barang dengan bentuk serta ukuran yang seragam.
Pola Silang
Arah susunan pada lapisan berikutnya dibuat berbeda dari lapisan sebelumnya.
Tujuannya dapat membantu meningkatkan interlocking antarbarang.
Namun, pola ini tetap harus disesuaikan dengan karakteristik produk karena tidak semua karton cocok diputar atau disusun silang.
Pola Bata
Susunan dibuat seperti pola batu bata dengan posisi karton pada lapisan berikutnya sedikit berbeda.
Pola ini dapat membantu meningkatkan keterikatan antarunit pada kondisi tertentu.
Pemilihan pola sebaiknya mempertimbangkan ukuran, bentuk, kekuatan kemasan, dan kebutuhan handling. Literatur palletisasi juga membahas pola blok, baris, dan batu bata sebagai beberapa metode penyusunan material di atas pallet.
Jangan Membuat Susunan Terlalu Tinggi
Semakin tinggi susunan barang, semakin besar perhatian yang diperlukan terhadap stabilitas.
Jangan menentukan tinggi hanya berdasarkan keinginan untuk memaksimalkan jumlah barang.
Perhatikan:
- tinggi pallet
- tinggi barang
- kapasitas pallet
- kapasitas rak
- tinggi level rak
- kemampuan forklift
- karakteristik kemasan
Jika pallet akan masuk ke rak gudang, masih harus tersedia clearance yang cukup antara bagian atas muatan dan struktur rak.
Gunakan Pengaman untuk Menjaga Muatan

Barang yang sudah tersusun rapi belum tentu tidak akan bergerak.
Getaran forklift, proses pengereman, perpindahan pallet, atau aktivitas loading dapat menyebabkan barang bergeser.
Karena itu, muatan dapat menggunakan pengaman sesuai kebutuhan.
Stretch Film
Stretch film dapat membantu menyatukan barang menjadi satu unit muatan.
Strapping
Strapping dapat digunakan untuk mengikat barang agar tidak mudah bergeser.
Corner Protector
Untuk barang tertentu, corner protector dapat membantu melindungi sudut karton sekaligus membantu proses pengikatan.
Pallet Net atau Pengaman Lain
Pada kondisi tertentu, pengaman tambahan dapat digunakan sesuai jenis barang dan metode handling.
Yang penting, metode pengamanan tidak boleh menggantikan penyusunan yang benar. Barang tetap harus stabil sebelum diberi wrapping atau strapping. Prinsip ini juga ditekankan dalam panduan palletisasi dan artikel tentang pengamanan muatan pallet.
Perhatikan Barang yang Mudah Rusak
Tidak semua barang dapat ditumpuk dengan cara yang sama.
Untuk barang yang mudah rusak atau kemasannya tidak dirancang menahan tekanan tinggi, jumlah tumpukan perlu dibatasi.
Contohnya:
- produk makanan
- barang elektronik
- kemasan kaca
- produk dengan kemasan tipis
- barang yang sensitif terhadap tekanan
Jika karton memiliki batas stacking tertentu, jangan melebihi batas tersebut hanya untuk menambah jumlah barang dalam satu pallet.
Pastikan Pallet Siap Masuk ke Rak Gudang
Setelah barang tersusun, jangan langsung memasukkannya ke rak.
Lakukan pemeriksaan terakhir.
Periksa Stabilitas
Pastikan tidak ada karton yang miring atau mudah jatuh.
Periksa Ukuran
Pastikan dimensi keseluruhan pallet tidak melebihi batas yang ditentukan.
Periksa Berat
Pastikan total muatan sesuai dengan kapasitas pallet dan posisi penyimpanan.
Periksa Kondisi Pallet
Pastikan pallet tidak mengalami kerusakan yang dapat memengaruhi kestabilan muatan.
Periksa Clearance Rak
Pastikan tinggi dan dimensi pallet sesuai dengan posisi penyimpanannya.
Hal ini menjadi semakin penting pada sistem pallet racking karena konfigurasi penyimpanan harus mempertimbangkan dimensi pallet, berat muatan, tinggi gudang, serta pola pergerakan forklift.
Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Palletisasi
Beberapa kesalahan berikut terlihat sederhana, tetapi dapat memengaruhi operasional gudang.
Menumpuk Barang Terlalu Tinggi
Mengejar jumlah barang sebanyak mungkin dapat membuat pallet menjadi tidak stabil.
Berat Tidak Merata
Barang berat yang hanya ditempatkan pada satu sisi dapat menyebabkan distribusi beban tidak seimbang.
Barang Melebihi Ukuran Pallet
Overhang yang tidak diperhitungkan dapat meningkatkan risiko kerusakan barang.
Tidak Menggunakan Pengaman
Barang yang hanya ditumpuk tanpa wrapping atau securing dapat lebih mudah bergeser.
Mengabaikan Kondisi Pallet
Pallet rusak tidak seharusnya digunakan untuk membawa muatan ke rak bertingkat.
Tidak Menyesuaikan dengan Rak
Pallet yang aman di lantai belum tentu cocok untuk konfigurasi rak tertentu.
Hubungan Palletisasi dengan Efisiensi Rak Gudang
Palletisasi yang baik tidak hanya berkaitan dengan keamanan.
Cara barang disusun juga menentukan seberapa efektif ruang penyimpanan dapat digunakan.
Misalnya, jika satu pallet dapat menampung barang secara stabil dengan pemanfaatan permukaan yang lebih baik, jumlah pallet yang diperlukan untuk menyimpan stok yang sama dapat berkurang.
Sebaliknya, penyusunan yang tidak efisien dapat membuat:
- banyak ruang pallet terbuang
- tinggi penyimpanan tidak optimal
- barang membutuhkan lebih banyak pallet
- jumlah posisi rak yang diperlukan meningkat
Karena itu, desain pallet racking sebaiknya mempertimbangkan bentuk dan cara barang dipalletisasi sejak awal.
Kapan Perlu Mengubah Sistem Palletisasi?
Jika gudang mengalami perubahan produk atau pola operasional, metode palletisasi juga mungkin perlu dievaluasi.
Contohnya ketika:
- ukuran karton berubah
- berat produk bertambah
- jenis pallet berubah
- volume penyimpanan meningkat
- forklift diganti
- konfigurasi rak berubah
- perusahaan menggunakan gudang dengan tinggi bangunan berbeda
Jangan hanya mengganti rak tanpa melihat bagaimana barang akan ditempatkan di atas pallet.
Rak, pallet, barang, dan alat material handling pada dasarnya merupakan satu sistem penyimpanan.
Checklist Penyusunan Barang di Atas Pallet
| Pemeriksaan | Kondisi yang Diinginkan |
|---|---|
| Ukuran pallet | Sesuai dengan barang |
| Berat muatan | Tidak melebihi kapasitas |
| Distribusi beban | Merata |
| Tinggi muatan | Sesuai batas operasional |
| Pola susun | Sesuai bentuk barang |
| Stabilitas | Tidak mudah bergeser |
| Pengaman | Stretch film/strapping bila diperlukan |
| Kondisi pallet | Tidak rusak |
| Dimensi akhir | Sesuai dengan rak |
| Forklift | Dapat menangani pallet dengan aman |
Checklist ini dapat digunakan sebagai pemeriksaan sederhana sebelum pallet dipindahkan ke area penyimpanan.
Kesimpulan
Menyusun barang di atas pallet bukan sekadar membuat barang terlihat rapi. Susunan harus mempertimbangkan berat, ukuran, bentuk barang, tinggi muatan, distribusi beban, pola penyusunan, serta metode pengamanan.
Untuk gudang yang menggunakan pallet racking, pertimbangan tersebut menjadi lebih penting karena pallet akan dipindahkan menggunakan alat material handling dan ditempatkan pada posisi penyimpanan bertingkat.
Dengan palletisasi yang tepat, perusahaan dapat menjaga barang tetap stabil sekaligus menggunakan ruang penyimpanan dengan lebih efisien.
Jika kebutuhan penyimpanan terus meningkat, evaluasi tidak hanya perlu dilakukan pada cara menyusun barang, tetapi juga pada pallet, rak gudang, layout, dan konfigurasi penyimpanan secara keseluruhan.
Butuh Pallet Racking?
Sedang merencanakan pallet racking untuk kebutuhan gudang Anda?
IONA Metal Industri dapat membantu menyesuaikan konfigurasi rak berdasarkan ukuran pallet, berat muatan, dimensi gudang, dan kebutuhan penyimpanan.
Konsultasikan kebutuhan rak gudang Anda dengan tim IONA Metal Industri.
Baca juga : Cara Memilih Pallet untuk Rak Gudang