Menentukan lokasi barang di gudang tidak cukup hanya berdasarkan tempat yang masih kosong. Ketika jumlah SKU semakin banyak, cara penempatan barang akan sangat memengaruhi waktu picking, jarak perpindahan operator, penggunaan ruang, dan kemudahan pengendalian inventory.
Barang yang paling sering keluar, misalnya, sebaiknya tidak ditempatkan di lokasi yang sulit dijangkau atau terlalu jauh dari area picking. Sebaliknya, barang yang jarang bergerak dapat ditempatkan pada area yang tidak menjadi prioritas utama.
Konsep tersebut dikenal sebagai slotting, yaitu proses menentukan lokasi penyimpanan yang paling sesuai untuk setiap SKU berdasarkan karakteristik dan kebutuhan operasionalnya. Faktor yang dapat dipertimbangkan meliputi velocity, ukuran, berat, kebutuhan handling, dan hubungan antarproduk.
Dengan penempatan yang tepat, gudang tidak hanya terlihat lebih rapi, tetapi juga dapat membantu mengurangi perjalanan operator dan membuat proses pengambilan barang lebih efisien.
Daftar Isi
Apa yang Dimaksud dengan Lokasi Barang di Gudang?
Lokasi barang di gudang adalah posisi tertentu yang ditetapkan untuk menyimpan suatu SKU atau kelompok barang.
Lokasi tersebut dapat berupa:
- rak;
- shelving;
- pallet position;
- bin;
- floor storage;
- picking location;
- reserve storage.
Contohnya, sebuah perusahaan dapat memberikan kode:
A-03-02
Kode tersebut dapat digunakan untuk menunjukkan zona A, rak nomor 03, dan level 02.
Dengan sistem lokasi yang jelas, operator tidak perlu mencari barang berdasarkan ingatan.
Mereka cukup melihat sistem atau daftar lokasi untuk mengetahui tempat barang tersebut disimpan.
Mengapa Penempatan Barang di Gudang Penting?
Kesalahan dalam menentukan lokasi dapat menciptakan masalah yang terus berulang.
Misalnya, produk yang sangat sering dipesan ditempatkan jauh dari area packing.
Setiap kali ada pesanan, picker harus berjalan lebih jauh.
Jika terjadi ratusan atau ribuan order, perjalanan tambahan tersebut dapat menjadi beban operasional yang signifikan.
Sebaliknya, barang yang jarang bergerak tidak selalu membutuhkan lokasi paling strategis.
Karena itu, penentuan lokasi barang di gudang sebaiknya mempertimbangkan bagaimana barang tersebut benar-benar bergerak dalam operasi sehari-hari.
Layout, slotting, dan workflow saling berkaitan karena keputusan lokasi dapat memengaruhi jarak perjalanan dan produktivitas picking.
Faktor yang Harus Dipertimbangkan
Ada beberapa faktor utama sebelum menentukan lokasi penyimpanan.
1. Frekuensi Pergerakan Barang
Pertama, lihat seberapa sering sebuah SKU keluar dari gudang.
Barang dapat dikelompokkan menjadi:
- fast moving;
- medium moving;
- slow moving.
Fast-moving item biasanya membutuhkan lokasi yang lebih mudah dijangkau.
Sementara slow-moving item dapat ditempatkan di area yang tidak menjadi prioritas picking.
2. Ukuran Barang
Ukuran produk harus disesuaikan dengan lokasi penyimpanan.
Jangan sampai barang kecil ditempatkan pada ruang yang terlalu besar sehingga banyak ruang terbuang.
Sebaliknya, barang berukuran besar membutuhkan lokasi yang memberikan ruang cukup untuk penyimpanan dan handling.
3. Berat Barang
Berat merupakan faktor penting dalam menentukan lokasi.
Barang berat yang sering dipindahkan secara manual sebaiknya tidak ditempatkan pada posisi yang terlalu tinggi atau sulit dijangkau.
Untuk inventory yang menggunakan pallet dan forklift, konfigurasi penyimpanan perlu disesuaikan dengan sistem handling yang digunakan.
4. Frekuensi Picking
Barang yang sering masuk dalam order sebaiknya mendapatkan perhatian lebih besar.
Tidak selalu berarti barang tersebut harus ditempatkan tepat di depan pintu gudang.
Namun, lokasi harus mempertimbangkan:
- jarak menuju picking;
- akses operator;
- kebutuhan replenishment;
- kepadatan traffic.
Dengan begitu, lokasi barang mendukung alur kerja, bukan justru menghambatnya.
5. Karakteristik Barang
Tidak semua barang dapat disimpan dengan cara yang sama.
Pertimbangkan apakah produk:
- mudah rusak;
- sensitif terhadap suhu;
- memiliki expiry date;
- mudah pecah;
- berukuran besar;
- membutuhkan keamanan khusus;
- memiliki batch tertentu.
Barang dengan karakteristik khusus perlu memiliki area penyimpanan yang sesuai.
Gunakan ABC Analysis untuk Menentukan Prioritas

Salah satu pendekatan yang dapat digunakan adalah ABC Analysis.
Prinsipnya adalah mengelompokkan inventory berdasarkan tingkat kepentingan atau kontribusinya.
Barang Kategori A
Kategori A merupakan barang yang perlu mendapatkan perhatian paling tinggi.
Biasanya jumlah SKU-nya relatif lebih sedikit, tetapi memiliki kontribusi besar terhadap nilai atau aktivitas inventory.
Barang kategori ini dapat diberikan:
- lokasi strategis;
- monitoring lebih sering;
- akses picking yang mudah;
- kontrol inventory yang lebih ketat.
Barang Kategori B
Kategori B berada di tingkat menengah.
Barang tersebut tetap penting, tetapi tidak membutuhkan perhatian sebesar kategori A.
Lokasinya dapat ditempatkan pada area dengan akses normal.
Barang Kategori C
Kategori C merupakan barang dengan kontribusi relatif lebih rendah.
Barang ini dapat ditempatkan pada lokasi yang tidak terlalu strategis selama tetap mudah ditemukan dan aman disimpan.
ABC analysis dapat membantu perusahaan menentukan frekuensi pemeriksaan dan prioritas penanganan inventory. Pendekatan ini juga sering digunakan bersama slotting untuk menentukan lokasi yang lebih efisien.
Fast Moving dan Slow Moving Sebaiknya Dipisahkan

Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah menempatkan semua SKU tanpa memperhatikan kecepatan pergerakannya.
Bayangkan gudang memiliki dua produk:
Produk A
- 500 order/bulan
- fast moving
Produk B
- 10 order/bulan
- slow moving
Jika keduanya ditempatkan dengan prioritas lokasi yang sama, perusahaan kehilangan kesempatan untuk mengoptimalkan perjalanan picking.
Produk A lebih masuk akal ditempatkan pada lokasi yang mudah dijangkau.
Produk B dapat menggunakan area yang lebih jauh atau kurang strategis.
Namun, keputusan tersebut tetap perlu mempertimbangkan ukuran, berat, karakteristik barang, dan kebutuhan replenishment.
Apa Itu Golden Zone pada Gudang?
Golden zone adalah area penyimpanan yang paling mudah dijangkau operator.
Biasanya area tersebut berada pada ketinggian yang nyaman untuk proses manual picking.
Fast-moving item dapat diprioritaskan pada area tersebut apabila karakteristik barang dan metode handling memungkinkan.
Tujuannya bukan sekadar membuat barang lebih dekat, tetapi juga mengurangi aktivitas menjangkau terlalu tinggi atau terlalu rendah secara berulang.
Untuk barang yang diambil menggunakan forklift, prinsipnya dapat berbeda karena lokasi penyimpanan harus mengikuti kemampuan peralatan material handling yang digunakan.
Jadi, golden zone tidak berarti semua barang harus ditempatkan pada level tertentu.
Cara Membuat Kode Lokasi Gudang

Setelah menentukan zonasi, buat sistem kode yang konsisten.
Contohnya:
A-01-03
Bisa berarti:
- A = zona;
- 01 = nomor rak;
- 03 = level.
Untuk gudang yang lebih besar, struktur dapat diperluas.
Contohnya:
A-03-02-05
Kode tersebut dapat mewakili:
Zona → aisle → rack → level
Struktur sebenarnya dapat disesuaikan dengan kondisi gudang.
Yang paling penting adalah seluruh operator memahami arti kode tersebut.
Pisahkan Picking dan Reserve Storage
Jika volume inventory besar, perusahaan dapat mempertimbangkan pembagian:
Picking Area
Tempat barang yang siap diambil untuk memenuhi order.
Reserve Storage
Tempat menyimpan stok cadangan.
Misalnya picking area hanya membutuhkan 20 karton.
Stok tambahan dapat berada di reserve storage.
Ketika picking location mulai kosong, dilakukan replenishment.
Konsep directed replenishment seperti ini membantu menjaga area picking tetap tersedia tanpa harus memenuhi seluruh area picking dengan stok berlebih.
Bagaimana Menentukan Lokasi Barang di Gudang yang Besar?
Untuk gudang besar, jangan menentukan lokasi berdasarkan perkiraan semata.
Gunakan data.
Minimal kumpulkan:
- jumlah SKU;
- volume penjualan;
- frekuensi picking;
- ukuran barang;
- berat barang;
- jumlah stok;
- kebutuhan replenishment;
- karakteristik produk;
- kapasitas lokasi.
Kemudian buat klasifikasi.
Contohnya:
| Kelompok | Pergerakan | Prioritas Lokasi |
|---|---|---|
| A | Sangat tinggi | Sangat strategis |
| B | Sedang | Strategis |
| C | Rendah | Normal |
| D | Sangat rendah | Area kurang prioritas |
Dengan pendekatan ini, keputusan penempatan menjadi lebih objektif.
Kesalahan yang Sering Terjadi
Menempatkan Barang di Ruang Kosong
Ruang kosong bukan berarti lokasi tersebut cocok untuk SKU tertentu.
Semua Barang Diperlakukan Sama
Fast-moving dan slow-moving seharusnya tidak selalu mendapatkan perlakuan yang sama.
Tidak Memperbarui Lokasi
Pola permintaan dapat berubah.
Produk yang dulu slow moving dapat menjadi fast moving setelah adanya promosi atau perubahan pasar.
Karena itu, slotting sebaiknya ditinjau kembali secara berkala.
Tidak Mempertimbangkan Replenishment
Lokasi picking mungkin terlihat bagus, tetapi jika stok cadangannya sulit diambil, operator justru akan kesulitan ketika melakukan replenishment.
Mengabaikan Ukuran dan Berat
Lokasi yang strategis belum tentu aman atau sesuai untuk semua jenis barang.
Tidak Memberikan Kode Lokasi
Barang mungkin tersimpan dengan benar, tetapi operator tetap kesulitan menemukannya karena tidak ada sistem lokasi yang jelas.
Bagaimana Menentukan Lokasi Barang di Gudang Secara Praktis?
Gunakan urutan sederhana berikut.
Langkah 1 — Buat Daftar SKU
Catat seluruh produk yang disimpan.
Langkah 2 — Kelompokkan Berdasarkan Pergerakan
Identifikasi fast, medium, dan slow moving.
Langkah 3 — Kelompokkan Berdasarkan Karakteristik
Catat ukuran, berat, bentuk, batch, expiry, dan kebutuhan khusus.
Langkah 4 — Tentukan Prioritas
Gunakan ABC analysis jika jumlah SKU cukup banyak.
Langkah 5 — Tentukan Zona
Pisahkan area berdasarkan fungsi.
Langkah 6 — Tentukan Lokasi
Tetapkan rak, level, bin, atau floor position.
Langkah 7 — Berikan Kode
Pastikan setiap lokasi memiliki identitas yang jelas.
Langkah 8 — Evaluasi
Periksa apakah lokasi tersebut benar-benar membantu mengurangi perjalanan dan mempermudah picking.
Apakah Lokasi Barang Harus Permanen?
Tidak selalu.
Ada dua pendekatan umum.
Fixed Location
Satu SKU memiliki lokasi khusus.
Kelebihannya:
- mudah dipahami;
- mudah ditemukan;
- cocok untuk operasi sederhana.
Kekurangannya, ruang dapat menjadi tidak efisien ketika stok SKU tersebut kosong.
Dynamic Location
Barang dapat ditempatkan pada lokasi yang tersedia berdasarkan aturan sistem.
Kelebihannya adalah utilisasi ruang dapat lebih fleksibel.
Namun, pendekatan ini membutuhkan sistem pencatatan lokasi yang lebih baik.
Pilihan antara fixed dan dynamic location harus disesuaikan dengan jumlah SKU, pola inventory, sistem teknologi, dan kemampuan operasional gudang.
Hubungan Lokasi Barang dengan Rak Gudang
Penentuan lokasi tidak dapat dipisahkan dari sistem penyimpanan.
Untuk barang yang ditangani manual, shelving atau racking dengan akses operator dapat lebih sesuai.
Untuk palletized goods yang dipindahkan menggunakan forklift, Selective Pallet Racking dapat digunakan untuk menyediakan lokasi pallet yang terstruktur.
Artinya, perusahaan tidak seharusnya menentukan rak terlebih dahulu lalu memaksakan semua barang masuk ke dalamnya.
Sebaliknya:
Karakteristik barang → metode handling → kebutuhan lokasi → layout → sistem rak
Pendekatan tersebut membuat keputusan penyimpanan lebih sesuai dengan operasi sebenarnya.
Kapan Lokasi Barang Perlu Diubah?
Evaluasi ulang dapat dilakukan ketika:
- volume order berubah;
- muncul produk baru;
- produk menjadi fast moving;
- produk tidak lagi laku;
- layout gudang berubah;
- jumlah SKU bertambah;
- waktu picking meningkat;
- replenishment semakin sering;
- terjadi banyak kesalahan picking.
Jika pola permintaan berubah tetapi lokasi barang tidak pernah berubah, layout lama dapat menjadi tidak optimal.
Karena itu, slotting sebaiknya diperlakukan sebagai proses yang dapat dievaluasi kembali, bukan keputusan sekali jadi.
Checklist Penentuan Lokasi Barang
Sebelum menetapkan lokasi sebuah SKU, tanyakan:
- Seberapa sering barang tersebut dipicking?
- Apakah termasuk fast moving?
- Berapa ukuran barang?
- Berapa berat barang?
- Apakah membutuhkan handling khusus?
- Apakah memiliki expiry date?
- Apakah membutuhkan batch tracking?
- Berapa jumlah stok rata-rata?
- Seberapa sering replenishment dilakukan?
- Apakah lokasi mudah dijangkau?
- Apakah lokasi aman?
- Apakah kapasitas rak mencukupi?
- Apakah lokasi sudah memiliki kode?
- Apakah lokasi tersebut mendukung alur picking?
FAQ
Apa yang dimaksud lokasi barang di gudang?
Lokasi barang di gudang adalah posisi yang ditentukan untuk menyimpan SKU tertentu, seperti rak, bin, pallet position, atau area floor storage.
Bagaimana cara menentukan lokasi barang di gudang?
Penentuan dapat dilakukan dengan mempertimbangkan frekuensi pergerakan, ukuran, berat, karakteristik barang, jumlah stok, kebutuhan picking, dan replenishment.
Apa itu slotting gudang?
Slotting adalah proses menentukan lokasi penyimpanan yang paling sesuai untuk setiap SKU agar penggunaan ruang dan aktivitas operasional menjadi lebih efisien.
Apakah barang fast moving harus diletakkan paling depan?
Tidak selalu. Fast-moving item umumnya mendapatkan lokasi yang lebih mudah diakses, tetapi keputusan akhirnya tetap perlu mempertimbangkan layout, metode handling, keamanan, dan kebutuhan replenishment.
Apa itu ABC Analysis dalam gudang?
ABC Analysis adalah metode pengelompokan inventory berdasarkan tingkat kepentingan atau kontribusinya sehingga perusahaan dapat menentukan prioritas pengelolaan dan penempatan barang.
Apakah satu barang harus mempunyai satu lokasi?
Tidak harus. Sistem fixed location memberikan lokasi khusus untuk SKU, sedangkan dynamic location memungkinkan barang ditempatkan pada lokasi yang tersedia sesuai aturan sistem.
Apakah lokasi barang perlu dievaluasi ulang?
Ya. Perubahan volume penjualan, jumlah SKU, pola picking, dan kondisi operasional dapat membuat lokasi lama tidak lagi optimal.
Kesimpulan
Menentukan lokasi barang di gudang bukan sekadar mencari ruang kosong untuk menyimpan inventory.
Lokasi ideal harus mempertimbangkan frekuensi pergerakan, ukuran, berat, karakteristik produk, kebutuhan picking, replenishment, metode handling, dan alur operasional gudang.
Fast-moving item dapat diberikan lokasi yang lebih strategis, sementara slow-moving item dapat ditempatkan pada area yang tidak terlalu diprioritaskan.
Untuk gudang dengan banyak SKU, ABC Analysis dan slotting dapat membantu membuat keputusan penempatan lebih terstruktur.
Pada akhirnya, tujuan utama penentuan lokasi bukan membuat gudang terlihat penuh atau rapi saja, tetapi membuat barang mudah ditemukan, mudah diambil, aman disimpan, dan tidak menyebabkan perjalanan operasional yang tidak perlu.
Ingin Menentukan Sistem Penyimpanan yang Sesuai dengan Barang Anda?
Penempatan barang yang efektif perlu didukung oleh sistem penyimpanan dan layout yang sesuai dengan karakteristik inventory.
IONA Metal Industri menyediakan solusi Light Duty Racking, Medium Duty Racking, dan Selective Pallet Racking yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan penyimpanan dan operasional gudang.
Konsultasikan kebutuhan rak gudang Anda bersama IONA Metal Industri.
Baca juga : Cara Menerapkan FIFO dan FEFO di Gudang