Stock Opname Gudang dan Cara Melakukannya

Mengelola persediaan bukan hanya tentang menyimpan barang di dalam gudang. Perusahaan juga perlu memastikan bahwa jumlah barang yang secara fisik berada di gudang sesuai dengan data inventory yang tercatat dalam sistem.

Salah satu kegiatan yang dilakukan untuk memastikan hal tersebut adalah stock opname gudang.

Stock opname merupakan proses pemeriksaan dan penghitungan persediaan secara fisik untuk kemudian dibandingkan dengan catatan inventory perusahaan.

Jika ditemukan perbedaan, perusahaan dapat melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui penyebabnya.

Perbedaan antara stok fisik dan data dapat terjadi karena berbagai hal, seperti kesalahan pencatatan, barang masuk atau keluar yang belum tercatat, kerusakan, kehilangan, kesalahan picking, atau perpindahan barang yang tidak diperbarui dalam sistem.

Karena itu, stock opname gudang menjadi salah satu aktivitas penting dalam pengendalian inventory.

Daftar Isi

Apa Itu Stock Opname Gudang?

Stock opname gudang adalah kegiatan menghitung dan memeriksa jumlah persediaan secara fisik kemudian mencocokkannya dengan data inventory yang tercatat.

Sederhananya:

Stok sistem → dibandingkan → stok fisik

Misalnya sistem mencatat:

SKU A = 250 unit

Setelah dilakukan penghitungan fisik ternyata hanya terdapat:

SKU A = 243 unit

Berarti terdapat selisih:

250 – 243 = 7 unit

Selisih tersebut tidak seharusnya langsung dianggap sebagai kehilangan.

Tim gudang perlu melakukan pengecekan untuk mengetahui dari mana perbedaan tersebut berasal.

Mengapa Stock Opname Gudang Penting?

Melakukan stock opname gudang secara berkala memberikan beberapa manfaat bagi perusahaan.

Mengetahui Kondisi Stok Sebenarnya

Data sistem belum tentu selalu mencerminkan kondisi fisik secara sempurna.

Dengan penghitungan langsung, perusahaan dapat mengetahui jumlah inventory yang benar-benar tersedia.

Menemukan Selisih Stok

Stock opname membantu menemukan perbedaan antara catatan dan kondisi aktual.

Semakin cepat selisih ditemukan, semakin mudah dilakukan penelusuran.

Mengurangi Kesalahan Inventory

Hasil stock opname dapat menunjukkan adanya pola kesalahan tertentu.

Misalnya SKU tertentu berulang kali mengalami selisih.

Hal tersebut dapat menjadi indikasi bahwa proses penyimpanan, picking, atau pencatatannya perlu diperbaiki.

Membantu Perencanaan Pembelian

Data stok yang lebih akurat membantu perusahaan menentukan kapan harus melakukan replenishment.

Jika sistem mencatat stok 500 unit padahal secara fisik hanya tersisa 300 unit, keputusan pembelian dapat menjadi tidak akurat.

Mendukung Operasional Gudang

Stok yang akurat membantu proses:

  • picking;
  • packing;
  • replenishment;
  • purchasing;
  • sales;
  • fulfillment.

Dengan demikian, stock opname bukan hanya aktivitas menghitung barang, tetapi bagian dari pengendalian operasional.

Kapan Stock Opname Gudang Dilakukan?

Frekuensi stock opname dapat berbeda pada setiap perusahaan.

Beberapa perusahaan melakukannya:

  • setiap bulan;
  • setiap tiga bulan;
  • setiap enam bulan;
  • setiap tahun.

Ada pula perusahaan yang menggunakan cycle counting, yaitu melakukan pemeriksaan terhadap sebagian inventory secara berkala tanpa harus menghitung seluruh stok sekaligus.

Pemilihan metode bergantung pada jumlah SKU, nilai inventory, tingkat pergerakan barang, sistem pencatatan, dan kebutuhan kontrol perusahaan.

Perbedaan Stock Opname dan Cycle Counting

Keduanya sama-sama bertujuan meningkatkan akurasi inventory, tetapi cara pelaksanaannya berbeda.

Stock Opname

Biasanya dilakukan dengan menghitung inventory dalam cakupan yang lebih luas pada waktu tertentu.

Contohnya seluruh inventory gudang dihitung pada akhir periode.

Cycle Counting

Inventory dihitung secara bertahap berdasarkan jadwal.

Misalnya:

  • Senin → SKU A–D
  • Selasa → SKU E–H
  • Rabu → SKU I–L

Dengan metode tersebut, perusahaan dapat melakukan pemeriksaan secara rutin tanpa harus selalu menghentikan seluruh aktivitas gudang.

Cara Melakukan Stock Opname Gudang

Proses penghitungan stok barang saat stock opname gudang
Penghitungan fisik menjadi tahap utama dalam proses stock opname gudang.

Agar hasil penghitungan dapat dipercaya, stock opname sebaiknya dilakukan menggunakan prosedur yang jelas.

1. Tentukan Jadwal

Tentukan kapan stock opname gudang akan dilakukan.

Perhatikan aktivitas operasional yang sedang berjalan.

Jika memungkinkan, pilih periode ketika transaksi barang relatif rendah.

2. Tentukan Area yang Akan Dihitung

Bagi gudang menjadi beberapa area.

Contohnya:

  • Area A;
  • Area B;
  • Area C;
  • Picking area;
  • Reserve storage;
  • Floor storage.

Pembagian area membantu tim memastikan tidak ada lokasi yang terlewat.

3. Siapkan Data Inventory

Sebelum penghitungan dimulai, siapkan data dari sistem.

Data dapat berisi:

SKUNama BarangLokasiStok Sistem
SKU-001Produk AA-01-01100
SKU-002Produk BA-01-0275
SKU-003Produk CA-02-01150

Data tersebut kemudian digunakan sebagai pembanding dengan hasil penghitungan fisik.

4. Hentikan atau Kendalikan Pergerakan Barang

Salah satu tantangan terbesar ketika melakukan stock opname gudang adalah barang tetap bergerak selama proses penghitungan.

Misalnya:

Tim menghitung stok:

100 unit

Kemudian ada 20 unit yang keluar.

Jika transaksi tersebut tidak dicatat dengan benar, hasil penghitungan dapat menjadi membingungkan.

Karena itu, perusahaan dapat:

  • menghentikan sementara transaksi;
  • menetapkan cut-off;
  • memisahkan barang yang sedang diproses;
  • mencatat setiap transaksi selama stock opname.

5. Hitung Stok Secara Fisik

Tim kemudian menghitung barang berdasarkan lokasi.

Jangan hanya menghitung berdasarkan nama barang.

Gunakan kombinasi:

SKU + lokasi + jumlah

Contohnya:

A-02-03 → SKU-001 → 80 unit

Cara tersebut membantu menghindari barang yang sama dihitung dua kali di lokasi berbeda.

6. Tandai Lokasi yang Sudah Dihitung

Setelah suatu lokasi selesai diperiksa, berikan tanda.

Misalnya:

  • label;
  • checklist;
  • barcode;
  • sistem WMS;
  • lembar counting.

Tujuannya sederhana:

Jangan sampai satu lokasi dihitung dua kali atau justru terlewat.

Bagaimana Menghitung Selisih Stok?

Perbandingan stok fisik dan stok sistem dalam stock opname gudang
Hasil penghitungan fisik dibandingkan dengan data sistem untuk menemukan selisih stok.

Setelah stok fisik selesai dihitung, bandingkan dengan data sistem.

Rumus sederhananya:

Selisih = Stok Fisik − Stok Sistem

Contoh:

Stok sistem:

500 unit

Stok fisik:

487 unit

Maka:

487 − 500 = -13 unit

Artinya terdapat kekurangan 13 unit dibandingkan data sistem.

Sebaliknya, jika stok fisik 510 unit:

510 − 500 = +10 unit

Berarti terdapat kelebihan 10 unit dibandingkan catatan.

Penyebab Selisih Stok Gudang

Selisih inventory dapat terjadi karena banyak faktor.

Kesalahan Pencatatan

Barang sudah masuk atau keluar tetapi transaksi belum dicatat.

Kesalahan Picking

Operator mengambil SKU yang salah atau jumlah yang tidak sesuai.

Barang Rusak

Barang rusak mungkin sudah dipisahkan secara fisik tetapi belum dikurangi dari sistem.

Barang Hilang

Inventory secara fisik tidak ditemukan.

Salah Lokasi

Barang sebenarnya masih berada di gudang tetapi ditempatkan pada lokasi yang berbeda dari data sistem.

Kesalahan Penghitungan

Tim dapat salah menghitung jumlah barang ketika melakukan stock opname.

Perpindahan Barang Tidak Tercatat

Barang dipindahkan dari satu lokasi ke lokasi lain tetapi perubahan lokasinya tidak diperbarui.

Cara Mengurangi Selisih Stok

Stock opname dapat menemukan masalah, tetapi perusahaan juga perlu memperbaiki penyebabnya.

Gunakan Kode SKU yang Jelas

Setiap barang sebaiknya memiliki identitas yang jelas.

Gunakan Kode Lokasi

Setiap lokasi penyimpanan perlu mempunyai kode.

Hal ini membuat operator lebih mudah mengetahui:

barang apa → berada di mana → berapa jumlahnya.

Terapkan SOP Barang Masuk dan Keluar

Setiap transaksi harus memiliki prosedur yang konsisten.

Pisahkan Barang Rusak

Barang rusak jangan dicampur dengan inventory yang masih siap dijual atau digunakan.

Catat Perpindahan Lokasi

Jika barang dipindahkan, perubahan lokasi harus diperbarui.

Gunakan Barcode

Barcode dapat membantu mengurangi kesalahan input manual.

Peran Rak Gudang dalam Pengendalian Inventory

Sistem lokasi inventory pada rak gudang
Lokasi penyimpanan yang terstruktur membantu proses penghitungan dan pengendalian inventory

Sistem penyimpanan juga dapat memengaruhi kemudahan pengendalian stok.

Barang yang disimpan secara tidak teratur akan lebih sulit dihitung.

Sebaliknya, penggunaan sistem racking dengan lokasi yang terstruktur dapat membantu tim mengetahui posisi inventory.

Misalnya setiap pallet mempunyai:

Kode SKU + kode lokasi + jumlah

Dengan sistem seperti ini, proses stock opname menjadi lebih terstruktur.

Untuk barang yang disimpan dalam pallet, Selective Pallet Racking dapat menyediakan posisi penyimpanan yang terorganisir sehingga setiap pallet dapat dikaitkan dengan lokasi tertentu.

Untuk barang yang lebih kecil dan ditangani secara manual, sistem seperti Light Duty Racking atau Medium Duty Racking dapat digunakan sesuai kebutuhan penyimpanan.

Tips Agar Stock Opname Lebih Cepat

Gunakan Sistem Zonasi

Bagi gudang menjadi beberapa area dan lakukan penghitungan secara sistematis.

Kelompokkan SKU

Barang yang memiliki SKU berbeda harus mudah dibedakan.

Berikan Label Lokasi

Label yang jelas membantu mempercepat pencarian.

Gunakan Barcode

Barcode dapat mempercepat proses identifikasi.

Pisahkan Barang Bermasalah

Barang rusak, retur, atau karantina sebaiknya dipisahkan.

Hindari Double Counting

Pastikan lokasi yang sudah dihitung diberi tanda.

Lakukan Recount untuk Selisih

Jika terdapat selisih signifikan, lakukan penghitungan ulang sebelum melakukan adjustment.

Apa yang Dilakukan Setelah Stock Opname?

Setelah semua inventory dihitung, jangan langsung mengubah data sistem.

Lakukan proses berikut.

1. Rekap Hasil

Kumpulkan seluruh hasil penghitungan.

2. Identifikasi Selisih

Cari SKU dan lokasi yang memiliki perbedaan.

3. Lakukan Recount

Hitung ulang item yang memiliki selisih untuk memastikan hasil pertama benar.

4. Investigasi

Cari kemungkinan penyebab selisih.

5. Buat Adjustment

Jika penyebab sudah diketahui dan adjustment memang diperlukan, lakukan perubahan data sesuai prosedur perusahaan.

6. Evaluasi Proses

Jika selisih terjadi berulang pada area tertentu, evaluasi SOP dan proses operasionalnya.

Contoh Form Stock Opname Gudang

Format sederhana dapat dibuat seperti berikut:

NoSKUNama BarangLokasiSistemFisikSelisihKeterangan
1A001Produk AA-01-011001000Sesuai
2A002Produk BA-01-02150145-5Investigasi
3A003Produk CA-02-01200205+5Recount

Format tersebut dapat dikembangkan sesuai kebutuhan perusahaan.

Apakah Stock Opname Harus Menghentikan Gudang?

Tidak selalu.

Jika seluruh aktivitas dihentikan, proses penghitungan memang lebih mudah dikendalikan.

Namun pada gudang dengan aktivitas tinggi, penghentian operasi dapat mengganggu fulfillment.

Alternatifnya adalah menggunakan cut-off transaksi dan prosedur khusus selama proses penghitungan.

Yang paling penting adalah perusahaan mengetahui dengan jelas:

barang mana yang sudah dihitung, transaksi mana yang terjadi, dan kapan transaksi tersebut terjadi.

Bagaimana Jika Gudang Memiliki Banyak SKU?

Semakin banyak SKU, semakin sulit jika seluruh inventory hanya diperiksa sesekali.

Perusahaan dapat mempertimbangkan kombinasi:

Stock Opname + Cycle Counting

Misalnya inventory bernilai tinggi atau fast-moving diperiksa lebih sering, sedangkan inventory dengan pergerakan rendah diperiksa dengan frekuensi berbeda.

Dengan pendekatan tersebut, kontrol inventory dapat dilakukan secara lebih konsisten.

Checklist Stock Opname Gudang

Sebelum mulai, pastikan:

  • Jadwal sudah ditentukan
  • Area gudang sudah dibagi
  • Data inventory sudah disiapkan
  • Cut-off transaksi sudah ditentukan
  • Tim counting sudah ditentukan
  • SKU sudah diberi identitas jelas
  • Lokasi sudah diberi kode
  • Barang rusak sudah dipisahkan
  • Barang retur sudah dipisahkan
  • Form counting sudah tersedia
  • Lokasi yang selesai dihitung diberi tanda
  • Selisih sudah dilakukan recount
  • Penyebab selisih sudah diperiksa
  • Adjustment dilakukan sesuai prosedur

FAQ

Apa itu stock opname gudang?

Stock opname gudang adalah proses menghitung persediaan secara fisik dan mencocokkannya dengan data inventory yang tercatat dalam sistem.

Seberapa sering stock opname gudang dilakukan?

Frekuensinya tergantung kebutuhan perusahaan. Stock opname dapat dilakukan bulanan, triwulanan, semesteran, atau tahunan. Perusahaan juga dapat menggunakan cycle counting untuk pemeriksaan yang lebih rutin.

Apa penyebab stok fisik berbeda dengan stok sistem?

Penyebabnya dapat berupa kesalahan pencatatan, barang keluar atau masuk yang belum tercatat, kesalahan picking, barang rusak, kehilangan, salah lokasi, atau kesalahan penghitungan.

Apa yang harus dilakukan jika ada selisih stok?

Lakukan recount terlebih dahulu. Jika selisih tetap ditemukan, telusuri transaksi, lokasi, dan kemungkinan penyebabnya sebelum melakukan adjustment pada sistem.

Apakah stock opname harus menghentikan operasional gudang?

Tidak selalu. Perusahaan dapat menghentikan sementara transaksi atau menerapkan cut-off dan prosedur pengendalian transaksi selama proses penghitungan.

Apa perbedaan stock opname dan cycle counting?

Stock opname biasanya dilakukan untuk pemeriksaan inventory dalam cakupan yang lebih besar pada waktu tertentu, sedangkan cycle counting dilakukan secara bertahap dan berkala pada sebagian inventory.

Apakah rak gudang memengaruhi stock opname?

Ya. Sistem penyimpanan dengan lokasi yang jelas dapat membuat inventory lebih mudah ditemukan, dihitung, dan dikontrol.

Kesimpulan

Stock opname gudang merupakan bagian penting dalam pengendalian inventory karena membantu perusahaan mengetahui apakah jumlah barang secara fisik sesuai dengan data yang tercatat.

Prosesnya dimulai dari persiapan data, penentuan area, pengendalian transaksi, penghitungan fisik, pencatatan hasil, hingga investigasi terhadap selisih.

Akurasi inventory tidak hanya bergantung pada proses penghitungan. Sistem lokasi, pelabelan SKU, SOP barang masuk dan keluar, serta penataan penyimpanan juga memiliki peran penting.

Dengan proses yang terstruktur, perusahaan dapat menemukan selisih lebih cepat, mengurangi kesalahan pencatatan, dan mendapatkan data inventory yang lebih dapat diandalkan untuk mendukung operasional gudang.

Ingin Menata Gudang agar Inventory Lebih Mudah Dikontrol?

Pengendalian stok akan lebih mudah ketika barang memiliki lokasi penyimpanan yang jelas dan sistem racking yang sesuai.

IONA Metal Industri menyediakan solusi Light Duty Racking, Medium Duty Racking, dan Selective Pallet Racking untuk membantu menciptakan sistem penyimpanan yang lebih terstruktur sesuai kebutuhan gudang.

Konsultasikan kebutuhan rak dan penataan gudang Anda bersama IONA Metal Industri.

Baca juga : Cara Menentukan Lokasi Barang di Gudang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *